Minggu, 31 Juli 2011

Menu sehat saat buka puasa

1. KURMA TAKJIL
 

Di bulan Ramadan, kurma menjadi makanan favorit untuk berbuka. Jenisnya beragam, mulai dari kurma medjol, kurma agwa, kurma kidri, hingga sokhari. Lantas kenapa kurma cocok untuk santapan buka puasa? Apa saja khasiat hebat kurma?

Pedagang kurma 'kaget' mulai bermunculan di saat ramadan, biasanya mereka banyak ditemukan di pasar-pasar tradisional. Kurma yang dijual juga beragam, mulai dari yang harganya murah hingga harganya yang cukup mahal. Hampir semuanya diimpor dari negara-negara Timur Tengah, juga dari Australia dan Amerika.

Jenis kurma sangat beragam, ada yang basah ada juga yang kering. Kalau dari segi jenisnya terdapat lebih dari 30 jenis kurma yang ada di dunia. Tapi biasanya hanya beberapa saja yang cukup dikenal masyarakat Indonesia. Diantaranya kurma nabi atau agwa yang harganya relatif sangat mahal, kurma Tunisia yang cenderung kering di luar namun sangat lembut di dalam dan rasanya tidak terlalu manis.

Kurma sangat baik dikonsumsi saat puasa seperti sekarang ini. Kandungan gula dalam kurma bisa menggantikan tenaga yang hilang setelah seharian berpuasa. Kecuali itu kandungan nutrisinya juga cukup kaya. Para ahli nutrisi yang melakukan penelitian kandungan gizi kurma menemukan bahwa buah kurma ini sangat cocok untuk menu diet.

Sebutir kurma mengandung 23 kalori. Sedangkan untuk tiap 100 gram kurma (sekitar 8-10 butir) mengandung karbohidrat 73,5 g, serat 7,5 g dan gula 66 g, protein 2 g dan lemak 0,45 g. Kecuali itu kandungan mineral dan vitamin pada kurma juga sangat banyak; Calcium 32 mg, Magnesium 35 mg, Selenium 1,9 g, Phosporus 40 mg dan Potassium 652 mg.

Sejumlah vitamin juga terdapat dalam kurma; Vitamin A, Vitamin B6 dan B Complex dan 20 jenis asam amino. Kandungan selenium pada kurma bisa mengurangi resiko penyakit kanker dan jantung juga memperkuat daya tahan tubuh. Tak heran jika kurma dijadikan menu berbuka yang sangat dianjurkan karena dapat menjaga stamina tubuh tetap prima selama menjalankan ibadah puasa. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, konsumsi kurma sebanyak 3 butir saat berbuka dan 4 butir saat sahur. Tidak perlu berlebihan karena biasanya makanan lain juga banyak yang dikonsumsi saat berbuka.


2. WEDANG JAHE
Add caption


Berbuka puasa memang dianjurkan dengan yang manis. Tapi jangan lantas semua jenis makanan dan minuman manis dihajar habis. Cermati setiap asupan makanan dan minuman agar kondisi tubuh Anda tetap prima. Salah satunya dengan membuat wedang jahe hangat yang istimewa. Cobain yuk!

Saat puasa, kadang kita mengalami yang namanya 'lapar mata'. Hampir setiap makanan dan minuman yang dilihat lantas dipingini untuk berbuka. Padahal belum tentu makanan dan minuman itu nantinya bisa langsung disantap, atau bahkan justru membuat lambung Anda yang seharian kosong jadi 'kaget' dibuatnya.

Nah, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan coba deh buat minuman tradisional ini. Yak, wedang jahe ini cukup baik disajikan sebagai minuman berbuka puasa yang enak dan juga sehat! Mengapa demikian? hal ini disebabkan oleh gas lambung yang berada di dalam lambung meningkat selama Anda berpuasa. Untuk menghilangkannya cukup dengan meminum wedang jahe.

Rasa hangat dari jahe, kapulaga, dan juga cengkih bisa menghangatkan lambung dan membuang gas yang berada di dalamnya. Sehingga saat di isi dengan hidangan lain, lambung tidak kaget dan juga tidak mengalami kram sesudahnya. Selain itu, sumber rasa manis nya bisa menggantikan tenaga yang hilang setelah seharian puasa. Nah, kalau Anda ingin mencoba membuatnya di rumah sepulang kerja nanti bisa di coba resep singkat ini.

Bahan yang perlu disiapkan antara lain, bakarlah 6 cm jahe tua dan 4 cm jahe merah hingga kulitnya mengelupas, bersihkan lalu memarkan. Rebus 750 ml air bersama 1 lembar daun pandan, 1 batang serai yang dimemarkan, 2 butir cengkih, 2 butir kapulaga dan 5 butir merica putih/hitam hingga mendidih. Masukkan jahe dan tambahkan 100 g gula merah dan 2 sdm gula pasir. Rebus dengan api kecil sampai air menyusut seperempat bagian. Angkat dan saring. Jika suka, wedang jahe ini enak juga dinikmati dengan madu.

hikmah puasa ramadhan

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas

"Wahai orang-orang yang beriman ! Diwajibkan kepada kamu puasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang yang sebelum kamu,supaya kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa." (S.al-Baqarah:183)
PUASA menurut syariat ialah menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa (seperti makan, minum, hubungan kelamin, dan sebagainya) semenjak terbit fajar sampai terbenamnya matahari,dengan disertai niat ibadah kepada Allah,karena mengharapkan redho-Nya dan menyiapkan diri guna meningkatkan Taqwa kepada-Nya.
RAMAHDAH bulan yang banyak mengandung Hikmah didalamnya.Alangkah gembiranya hati mereka yang beriman dengan kedatangan bulan Ramadhan. Bukan sahaja telah diarahkan menunaikan Ibadah selama sebulan penuh dengan balasan pahala yang berlipat ganda,malah dibulan Ramadhan Allah telah menurunkan kitab suci al-Quranulkarim,yang menjadi petunjuk bagi seluruh manusia dan untuk membedakan yang benar dengan yang salah.
Puasa Ramadhan akan membersihkan rohani kita dengan menanamkan perasaan kesabaran, kasih sayang, pemurah, berkata benar, ikhlas, disiplin, terthindar dari sifat tamak dan rakus, percaya pada diri sendiri, dsb.
Meskipun makanan dan minuman itu halal, kita mengawal diri kita untuk tidak makan dan minum dari semenjak fajar hingga terbenamnya matahari,karena mematuhi perintah Allah.Walaupun isteri kita sendiri, kita tidak mencampurinya diketika masa berpuasa demi mematuhi perintah Allah s.w.t.
Ayat puasa itu dimulai dengan firman Allah:"Wahai orang-orang yang beriman" dan disudahi dengan:" Mudah-mudahan kamu menjadi orang yang bertaqwa."Jadi jelaslah bagi kita puasa Ramadhan berdasarkan keimanan dan ketaqwaan.Untuk menjadi orang yang beriman dan bertaqwa kepada Allah kita diberi kesempatan selama sebulan Ramadhan,melatih diri kita,menahan hawa nafsu kita dari makan dan minum,mencampuri isteri,menahan diri dari perkataan dan perbuatan yang sia-sia,seperti berkata bohong, membuat fitnah dan tipu daya, merasa dengki dan khianat, memecah belah persatuan ummat, dan berbagai perbuatan jahat lainnya.Rasullah s.a.w.bersabda:
"Bukanlah puasa itu hanya sekedar menghentikan makan dan minum tetapi puasa itu ialah menghentikan omong-omong kosong dan kata-kata kotor."
(H.R.Ibnu Khuzaimah)
Beruntunglah mereka yang dapat berpuasa selama bulan Ramadhan, karena puasa itu bukan sahaja dapat membersihkan Rohani manusia juga akan membersihkan Jasmani manusia itu sendiri, puasa sebagai alat penyembuh yang baik. Semua alat pada tubuh kita senantiasa digunakan, boleh dikatakan alat-alat itu tidak berehat selama 24 jam. Alhamdulillah dengan berpuasa kita dapat merehatkan alat pencernaan kita lebih kurang selama 12 jam setiap harinya. Oleh karena itu dengan berpuasa, organ dalam tubuh kita dapat bekerja dengan lebih teratur dan berkesan.
Perlu diingat ibadah puasa Ramadhan akan membawa faaedah bagi kesehatan
rohani dan jasmani kita bila ditunaikan mengikut panduan yang telah ditetapkan, jika tidak maka hasilnya tidaklah seberapa malah mungkin ibadah puasa kita sia-sia sahaja.
 
Allah berfirman yang maksudnya:
"Makan dan minumlah kamu dan janganlah berlebih-lebihan sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (s.al-A'raf:31)
Nabi s.a.w.juga bersabda:
"Kita ini adalah kaum yang makan bila lapar, dan makan tidak kenyang."
Tubuh kita memerlukan makanan yang bergizi mengikut keperluan tubuh kita. Jika kita makan berlebih-lebihan sudah tentu ia akan membawa muzarat kepada kesehatan kita. Boleh menyebabkan badan menjadi gemuk, dengan mengakibatkan kepada sakit jantung, darah tinggi, penyakit kencing manis, dan berbagai penyakit lainnya. Oleh itu makanlah secara sederhana, terutama sekali ketika berbuka, mudah-mudahan Puasa dibulan Ramadhan akan membawa kesehatan bagi rohani dan jasmani kita. Insy Allah kita akan bertemu kembali.
Allah berfirman yang maksudnya: "Pada bulan Ramadhan diturunkan al-Quran
pimpinan untuk manusia dan penjelasan keterangan dari pimpinan kebenaran
itu, dan yang memisahkan antara kebenaran dan kebathilan. Barangsiapa menyaksikan (bulan) Ramadhan, hendaklah ia mengerjakan puasa.
(s.al-Baqarah:185)

Selasa, 14 Juni 2011

Paspamerah :*


senior kakak kelas XII angkatan 20

kakak kelas XI angkatan 21

keadaan di saat latihan

canda dan tawa

saat lomba :)