Hal-hal ini sering dijadikan alasan penyebab
sakit flu: demam, batuk atau pilek karena kecapekan, kena hujan, kena
angin, kena debu, naik sepeda motor, atau kena kipas angin terlalu lama
(masuk angin).
Ternyata, alasan yang dikemukan orang tersebut adalah tidak benar
sebagai penyebab atau bukan penyebab langsung sakit infeksi batuk,
pilek dan demam yang dialami anaknya.
Banyak yang meyakini bahwa sakitnya yang diderita selama ini karena hal
tersebut. Padahal, bila dicermati penularan penyakit yang utama adalah
terjadi kontak sumber penularan dan ada kontak yang sakit di
sekitarnya 1-2 hari sebelumnya.
Faktor daya tahan tubuh juga menjadi faktor penting, karena meskipun
ada kontak manusia bisa terhindar dari flu atau paling tidak gejalanya
ringan yang pernah kita sadari. Bila tidak ada kontak dan sumber
penularan flu tidak akan terjadi karena virus tersebut tidak akan
beterbangan di udara bebas yang luas, seperti di jalan, di udara luas
dan tertipup angin dengan jarak yang jauh.
Influenza, biasa disebut sebagai flu atau penyakit infeksi saluran
napas karena virus lainnya, merupakan penyakit menular yang disebabkan
terutama oleh virus RNA dari keluarga Orthomyxoviridae yang
mempengaruhi burung dan mamalia. Nama influenza berasal dari Italia:
influenza, yang berarti “mempengaruhi” (latin: influentia).

Gejala umum penyakit ini adalah badan terasa panas dingin, demam, sakit
tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala parah, batuk, kelemahan dan rasa
tidak nyaman. Gejala yang paling serng terjadi adalah demam dan batuk.
Dalam kasus lebih serius, influenza menyebabkan radang paru-paru, yang
dapat menimbulkan kematian, khususnya bagi kaum muda dan orang tua.
Mitos Tidak Benar Tentang Penyebab Ketularan Flu, Demam, Batuk dan
Pilek :
Karena cuaca dan perubahan musim
Karena makan gorengan atau makan krupuk
Karena hujan
Karena masuk angin akibat kipas angin atau naik kendaraan
Karena kecapekan dan kurang tidur
Karena naik sepeda Motor
Karena minum es
Karena panas dalam
Udara dingin, berenang atau AC
Kena debu rumah, cebu bangunan atau bulu Binatang
Berbagai faktor tersebut dapat memperberat tetapi bukan penyebab utama.
Jadi minum dingin, udara dingin, kecapekan, hujan, cuaca, masuk angin,
kena kipas angin hanya memperberat bukan menjadi penyebab utama.
Kalaupun ada faktor debu, dingin, minum es pada penderita alergi hanya
menjadi keluhan batuk sesaat dan sebentar akan membaik dalam beberapa
jam kemudian.

Hal ini disebabkan karena alergi bukan
virus. Karena, infeksi saluran napas harus ada sumber penularan kontak
yang terkena infeksi. Misalnya minum es memang akan memperberat batuk,
dan pilek yang terjadi.
Pada penderita alergi kadangkala bukan hanya es, tetapi kandungan es
yang ada seperti es jeruk atau es coklat bisa menjadi penyebab alergi
batuk. Bila terdapat faktor tersebut di atas tetapi tidak ada kontak
yang sakit flu atau virus maka tidak akan terjadi atau tertular infeksi
tersebut.
Cara Penularan
Biasanya, influenza ditularkan melalui udara atau droplet infection
oleh batuk atau bersin, menciptakan udara di sekitarnya yang mengandung
virus.
Influenza juga dapat ditularkan melalui kotoran burung, air liur, nasal
secretions (ingus), kotoran dan darah. Infeksi juga terjadi
melalui kontak dengan cairan tubuh penderita misalnya ingus penderita
dapat berpindah ke orang lain melalui salaman tangan, memegang gelas
yang sama atau berenang.
Udara yang tercemar virus ini dianggap bisa menyebabkan infeksi
kebanyakan, walaupun demikian, cara penularan dari udara ke tubuh
masih belum jelas. Virus influenza dapat menjadi tidak aktif/mati oleh
sinar matahari, disinfektan dan deterjen. Virus dapat juga dibunuh
oleh sabun; sering mencuci tangan mengurangi risiko infeksi.
Kita tidak pernah menyadari bahwa tertular infeksi saluran napas
tersebut karena adanya kontak di sekitar penderita. Sering tak
disadari bahwa manusia dewasa juga sering mengalami sakit terkena
virus flu atau infeksi virus lainnya. Namun pada beberapa orang dewasa
bila terkena gejala sangat ringan dan sering dikira masuk angin,
kecapekan atau panas dalam.
Keluhan infeksi virus pada orang tua di
antaranya adalah nyeri kepala, badan pegal dan linu, nyeri
tenggorokan. Pada orang dewasa dengan daya tahan bagus, keluhan ini
hanya berlangsung dalam 1-2 hari. Hal ini sering dianggap “mau flu
ngga jadi”.
Sakit
infeksi virus tersebut bisa juga karena tertular bila banyak kontak
dengan banyak orang seperti di mall, masjid, gereja, ruangan kantor,
di bus, berpapasan dan kontak dengan penderita dengan penderita flu
Beberapa upaya pencegahan influenza :
1. Peningkatan higiena, sanitasi dan perilaku hidup bersih diri sendiri.
2. Vaksin biasa digunakan untuk influenza pada permulaan flu musiman
3. Perilaku utama yang dapat mencegah
penyebaran virus influaenza adalah melakukan cuci tangan sesering
mungkin. Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir beberapa kali
dalam sehari. Keringkan tangan setelah dicuci. Jika tidak ada air, bisa
menggunakan bahan pencuci tangan dari alkohol. Pemakaian masker paling
tidak dapat mengurangi resiko penularan melalui udara.
4. Bila sedang tidak enak badan seperti sakit kepala, badan capek,
sakit tenggorokan atau mual sebaiknya menghindari kontak dengan bayi
atau anak untuk mencegah penularannya kecuali pada ibu menyusui hal
tersebut dapat dilakukan dengan memakai masker.
sumber http://terselubung.blogspot.com/2012/04/mitos-penyebab-flu.html